Sunday, February 14, 2010

"Ayah dan ibu sama pake baju biru!"

Esha is getting good at recognizing colors (this far, it's her biggest issue) and -of course- it delights us all. She also starts to enjoy making story up for herself when looking at pictures in her story books.

But sometimes it slaps me, knowing how much she's capable of, that the people around her expect too much from her. Too many progress wanted. I remember the times when I told myself to just let her grow with nature. But it seems that the world doesn't agree with the idea. I do love the thought of her going to school, but only to socialize - not to meet any academic standards. Yet, I heard that, now, a playgroup student should be able to recognize shapes and colors then the next year should master their fine motor skill to trace dots and tell the alphabets correctly (and when I was Esha's age I spent my days playing house with my mom and grandma).

Am I too worried? Am I scared? Living this far, I should've known by now that the world never goes static and everything in it evolves and grows and asks or is being asked for more.

Whatever happens, my love, I just want you to grow happy and healthy. That's all.

Wednesday, February 10, 2010

ngoooeeeng!

sesudah lihai menyalakan, mematikan, dan memutar gas sepeda listrik punya MbahTi-nya. tadi malam saya baru tau kalo Esha juga bisa menyalakan, mematikan, dan men-start mesin motor ayahnya. dengan ekspresi santai dan cool... cetrak, cetrek, suara mesin nyala.

buahaya...

Tuesday, February 2, 2010

Sepeda Ayesha


Horeee! Sekarang Esha sudah bisa mengayuh sepeda merah mudanya. Meskipun masih dengan susah payah dan lebih sering mundur ketimbang maju :))

Sepeda roda tiga ini hadiah dari Bude-nya untuk ulang tahun Esha yang pertama. Dulu didorong kemana-mana dan harus pakai "seatbelt". Sekarang, setahun kemudian, dia sudah bisa naik-turun dan berputar-putar sendiri. Sayangnya, di Surabaya, sepanjang hari selalu panas terik meskipun musim hujan dan sangat berangin menjelang malam. Jadi waktu untuk bermain sepeda di luar rumah tidak menentu; balapan dengan matahari :))

Kalau saja ibu juga punya sepeda pancal, kita bisa main sama-sama, Sha.


Monday, February 1, 2010

the sweetest thing :)

tadi siang, waktu saya baru selesai masak dan sedang melipat baju2, Esha tiba2 datang membawa mug kopi saya dan bilang, "ini ibu, minum dulu." oh my baby...

"ibu minum kupi, Echa minum air putih aja." :)

my heart got full and i love her. love her so much it makes me want to cry!

Monday, January 18, 2010

a broken-hearted mom

i miss my breastfeeding moments with Esha. the way her eyes stared into mine and her little fingers rustling my shirt while i held her so close to me. i even remember it when she had fever and i could feel her burning lips on my chest and that we both knew only the milk could put her at ease.

i miss her.

she's grown so much and after the weaning she seems to look for his dad for comfort rather than for me. then i've become a sentimental woman thinking that her baby girl doesn't need her anymore. of course everyone will say it's not true. but my heart won't be told. not now.

i wish i didn't have to be so emotional about all this and cry my heart out. but i can't. i miss her too much...

Wednesday, January 6, 2010

a song for the rainy days


"Come under my umbrella, umbrella, umbrella... Come under my umbrella, it's going to storm. There's thunder and lightning, and wind and rain. Come under my umbrella, it's going to storm."

Monday, January 4, 2010

menyapih adalah misi

ini malam kedua Esha tidur tanpa ASI dan hari pertama tidur siang tanpa “mimik…” alhamdulillah :)


saya tidak pernah menyangka menyapih bisa sesulit dan seberat ini, karena dari pengalaman ibu dan teman-teman saya kok kedengarannya mudah. ada yang pakai trik klasik semacam menempelkan plester di puting atau mengoleskan obat merah/lipstik dan bilang, “mama sakit, gak bisa kasih mimik.” dan anaknya pun akan berhenti minta atau sudah mundur duluan liat kantong kenyamanannya berubah tampilan. ada juga yang pakai olesan vitamin B kompleks biar pahit dan anaknya tidak mau minum. tapi saya -awalnya- bertekad untuk tidak pakai trik macam itu dan memilih ‘menyapih dengan cinta’ seperti kata teman saya. caranya; tidak “menolak” si anak dengan tipuan-tipuan optik tapi mencoba mengalihkan dia dari rutinitas menyusu dengan beraktivitas sampai dia kelelahan dan akhirnya tertidur sendiri sambil memberi pengertian kenapa dia sudah waktunya berhenti minum ASI. beberapa kali, berhasil. tapi cara ini juga membuat saya kelelahan. sesudah paginya mengerjakan segala macam, saya berharap bisa cepat-cepat istirahat waktu Esha tidur dan cara paling cepat untuk menidurkan dia adalah dengan ASI. disitulah letak faktor kegagalannya :p kurang niat dan usaha. self-weaning pun tidak mungkin diterapkan pada Esha. bisa-bisa dia baru berhenti sendiri umur tiga tahun. hehehe...

lalu saya akhirnya menyerah dan mencoba jalan pintas lewat plester. gagal total. Esha bilang, “lepas, ibu. lepas.” dan wajah pura-pura kesakitan saya pun tidak berguna. mom isn’t for real, dia tau. saya coba pakai obat merah. ide yang payah. gagal. Esha malah mengambilkan tissue dan bilang, “hapus ibu. obat merahnya hapus.” wahahahaha. you just can’t fool Esha.

akhirnya kemarin, saya dan suami saya bertekad untuk sungguh-sungguh menyapih Esha. teman-teman kami bilang, “paling rewelnya cuma dua-tiga hari.” dan ternyata level rewel tiap anak tidak sama. Esha ada di tingkat akut. kemarin malam dia menangis lama sekali sambil terus bilang, “mimik, ibu… mimik…” sampai suaranya tersendat-sendat oleh tangisan. kasihan. ayahnya lebih tidak tega lagi dan hampir menyerah. tapi harus kuat, harus konsisten. saya tercekat waktu bilang, “sayang, harus berenti mimik ibu bukan berarti ibu gak sayang Esha lagi, tapi karena Esha sudah besar dan sudah waktunya berenti.” sesudah minum susu formula, akhirnya dia mau digendong dan kami putarkan The Classical Children : Early to Bed. sukses! dia tidur lelap sampai pagi.

tadi siang: masih menangis menjelang tidur, jus buah, susu formula, dan buku cerita tidak mempan. dia menangis sampai matanya bengkak sampai akhirnya kelelahan dan ketiduran. malam ini: lancar :) cuma menangis sebentar. besok mudah-mudahan lebih lancar lagi sampai akhirnya dia lupa akan rutinitas ASI-nya.

weaning is a heart-breaking experience for all breastfeeding moms, i’m sure. tapi setelah bisa menguatkan hati, kita akan tau bahwa itu memang yang paling baik untuk si anak. nanti akan ada lagi masa-masa ‘perpisahan’ yang sama beratnya. mulai dari pisah kamar tidur sampai melepasnya untuk hidup dengan orang pilihannya. hmmm…

well done, Ayesha my apple :) we’re so proud of you and loving you even more each day.

Halaman-halaman Lain...

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir