Monday, January 18, 2010

a broken-hearted mom

i miss my breastfeeding moments with Esha. the way her eyes stared into mine and her little fingers rustling my shirt while i held her so close to me. i even remember it when she had fever and i could feel her burning lips on my chest and that we both knew only the milk could put her at ease.

i miss her.

she's grown so much and after the weaning she seems to look for his dad for comfort rather than for me. then i've become a sentimental woman thinking that her baby girl doesn't need her anymore. of course everyone will say it's not true. but my heart won't be told. not now.

i wish i didn't have to be so emotional about all this and cry my heart out. but i can't. i miss her too much...

Wednesday, January 6, 2010

a song for the rainy days


"Come under my umbrella, umbrella, umbrella... Come under my umbrella, it's going to storm. There's thunder and lightning, and wind and rain. Come under my umbrella, it's going to storm."

Monday, January 4, 2010

menyapih adalah misi

ini malam kedua Esha tidur tanpa ASI dan hari pertama tidur siang tanpa “mimik…” alhamdulillah :)


saya tidak pernah menyangka menyapih bisa sesulit dan seberat ini, karena dari pengalaman ibu dan teman-teman saya kok kedengarannya mudah. ada yang pakai trik klasik semacam menempelkan plester di puting atau mengoleskan obat merah/lipstik dan bilang, “mama sakit, gak bisa kasih mimik.” dan anaknya pun akan berhenti minta atau sudah mundur duluan liat kantong kenyamanannya berubah tampilan. ada juga yang pakai olesan vitamin B kompleks biar pahit dan anaknya tidak mau minum. tapi saya -awalnya- bertekad untuk tidak pakai trik macam itu dan memilih ‘menyapih dengan cinta’ seperti kata teman saya. caranya; tidak “menolak” si anak dengan tipuan-tipuan optik tapi mencoba mengalihkan dia dari rutinitas menyusu dengan beraktivitas sampai dia kelelahan dan akhirnya tertidur sendiri sambil memberi pengertian kenapa dia sudah waktunya berhenti minum ASI. beberapa kali, berhasil. tapi cara ini juga membuat saya kelelahan. sesudah paginya mengerjakan segala macam, saya berharap bisa cepat-cepat istirahat waktu Esha tidur dan cara paling cepat untuk menidurkan dia adalah dengan ASI. disitulah letak faktor kegagalannya :p kurang niat dan usaha. self-weaning pun tidak mungkin diterapkan pada Esha. bisa-bisa dia baru berhenti sendiri umur tiga tahun. hehehe...

lalu saya akhirnya menyerah dan mencoba jalan pintas lewat plester. gagal total. Esha bilang, “lepas, ibu. lepas.” dan wajah pura-pura kesakitan saya pun tidak berguna. mom isn’t for real, dia tau. saya coba pakai obat merah. ide yang payah. gagal. Esha malah mengambilkan tissue dan bilang, “hapus ibu. obat merahnya hapus.” wahahahaha. you just can’t fool Esha.

akhirnya kemarin, saya dan suami saya bertekad untuk sungguh-sungguh menyapih Esha. teman-teman kami bilang, “paling rewelnya cuma dua-tiga hari.” dan ternyata level rewel tiap anak tidak sama. Esha ada di tingkat akut. kemarin malam dia menangis lama sekali sambil terus bilang, “mimik, ibu… mimik…” sampai suaranya tersendat-sendat oleh tangisan. kasihan. ayahnya lebih tidak tega lagi dan hampir menyerah. tapi harus kuat, harus konsisten. saya tercekat waktu bilang, “sayang, harus berenti mimik ibu bukan berarti ibu gak sayang Esha lagi, tapi karena Esha sudah besar dan sudah waktunya berenti.” sesudah minum susu formula, akhirnya dia mau digendong dan kami putarkan The Classical Children : Early to Bed. sukses! dia tidur lelap sampai pagi.

tadi siang: masih menangis menjelang tidur, jus buah, susu formula, dan buku cerita tidak mempan. dia menangis sampai matanya bengkak sampai akhirnya kelelahan dan ketiduran. malam ini: lancar :) cuma menangis sebentar. besok mudah-mudahan lebih lancar lagi sampai akhirnya dia lupa akan rutinitas ASI-nya.

weaning is a heart-breaking experience for all breastfeeding moms, i’m sure. tapi setelah bisa menguatkan hati, kita akan tau bahwa itu memang yang paling baik untuk si anak. nanti akan ada lagi masa-masa ‘perpisahan’ yang sama beratnya. mulai dari pisah kamar tidur sampai melepasnya untuk hidup dengan orang pilihannya. hmmm…

well done, Ayesha my apple :) we’re so proud of you and loving you even more each day.

Wednesday, December 9, 2009

pelangi

beberapa hari lalu, saya menemukan Esha menyusun sekitar lima geretan (apa ya bahasa indonesia-nya? pemantik api? hehe...). semua warnanya berbeda, ada ungu, merah, biru, kuning, hijau... tadinya bergeletakan begitu saja. tapi waktu saya lihat lagi, eh sudah tersusun rapi. berjejer. dan saya seperti melihat warnanya bergradasi. saya pikir mungkin kebetulan saja.

tadi sore dia menemukan sekotak pastel crayon yang ketinggalan, punya kakak sepupunya (Esha biasanya pakai Color Peps-nya Maped yang lebih bersih dan aman). dia langsung duduk di tikar, mengeluarkan semua isi kotaknya, mewarnai sebentar, terus crayonnya dikembalikan ke kotak dan yang terakhir ini jadi favoritnya. awalnya dia susun begitu saja, tapi lalu dia tukar posisi crayon coklat tua dan krem. sekarang yang krem ada di antara abu-abu dan putih sementara yang coklat tua dekat biru dan hijau tua.

"owh! this is getting more interesting!" pikir saya.

sesudah semua masuk kotak, dia keluarkan lagi, lalu disusun lagi sampai beberapa kali putaran. anteng. cuma alat tulis dan masak-masakan yang bisa bikin dia duduk diam lebih dari sepuluh menit. hehehe. akhirnya kotaknya ditutup dan dia pun berlarian lagi. saya buka kotaknya, pengen tau seperti apa hasil akhirnya. semuanya rapi, crayon yang patah-patah dijejer berurutan, tidak ada warna yang terselang-seling. biru dengan biru, hijau dengan hijau... dan waktu saya tunjukkan ke ayahnya, beliau tersenyum dan bilang "melas... (kasihan - red)" mungkin maksudnya mengharukan. sama seperti yang saya rasakan. gadis kecil kami makin pintar tiap hari :)

dan setiap kali, hati saya selalu terasa penuh, menggembung karena senang, terharu, dan bangga :)

Friday, November 27, 2009

hey, gadis!

Idul Adha dua tahun yang lalu, Esha baru berumur dua hari. sekarang sudah jadi gadis kecil. betapa cepatnya waktu berlalu :)

dia sekarang sudah bisa ngobrol banyak, nyanyi lebih banyak, berhitung, bercerita, menggambar dan mengapresiasi hasil karyanya, berimajinasi, berkonsentrasi pada pekerjaannya. secara fisik, badannya sudah lebih tinggi (ayah dan ibu harus selalu ingat untuk meletakkan cangkir teh/kopi panas di luar jangkauan Esha, menyimpan benda-benda berbahaya di laci terkunci dan mengunci pintu-pintu), rambut keritingnya mulai panjang dan sudah bisa diikat, kontur wajahnya sudah lebih jelas dan khas, gigi-gigi taringnya tumbuh serentak (dan sempat bikin dia tidak berselera makan lumayan lama).

dua bulan terakhir, emosi Esha sangat fluktuatif. ada hari-hari dimana saya cuma bisa duduk di pojok kamar dan menangis waktu dia dengan keras kepalanya tidak mau mandi atau tidak mau makan dan terus-terusan menghindar. saya kehabisan tenaga, bujuk-rayu, dan kesabaran. yang terakhir itu yang bikin saya memilih pojokan. hahaha. berusaha keras tidak meledak dan melakukan hal-hal yang nanti saya sesali. akhirnya, setelah satu bulan, kami sama-sama belajar tentang bagaimana saling menaklukkan dan sampai batas mana ketegasan ibu bisa dia tolerir. sekarang Esha jadi lebih sabar ketika hal-hal sulit menghadangnya (seperti misalnya saat memakai baju sendiri atau berusaha mengeluarkan sepeda roda tiganya dari rumah), dan diapun melunak.

Esha juga jadi peniru dan pengingat super. kami punya beberapa set tanya-jawab favorit. hahaha...

ayah&ibu: "kenalan, dong. namanya siapa?"
Esha : "echa"
ayah&ibu: "umurnya berapa?"
Esha : "dua"
ayah&ibu: "rumahnya dimana?"
Esha : "wage (nama daerah tempat kami tinggal)"
ayah&ibu: "nama ayahnya siapa?"
Esha : "dawu"
ayah&ibu: "nama ibunya siapa?"
Esha : "anis"

set lainnya melibatkan suara-suara binatang, ekspresi dan emosi (ketawa, nangis, marah, senyum...). saat ini dia sedang suka lagu Kawin-nya Project Pop. kadang-kadang saat dia frustrasi, yang keluar dari mulutnya bukan teriakan tapi lantunan "oh mama, oh papa, apakah salah hamba?" hahahahaha. sebenarnya tidak lucu, karena saya tidak suka melihat dia menyanyi saat sedang stress (oh yeah dia menyanyi di SEGALA kesempatan).
beberapa hal yang bisa dia ingat dan jawab kadang membuat kami tercengang.
anak-anak memang luar biasa di periode masa keemasannya.

Esha juga sekarang lebih sadar akan penampilannya. sesudah mandi, dia akan membuka lemari dan memilih sendiri baju yang akan dipakainya. kadang-kadang kalau saya siapkan kaos putih polos yang memang sudah agak tipis tapi nyaman, dia akan bilang, "ini baju jelek." waks! saya bahkan tidak ingat pernah mengajarinya hal seperti itu (secara saya sendiri penggemar kaos-kaos belel :p)

bulan depan dia akan dua tahun (dan sudah menyiapkan diri dengan lagu-lagu ulang tahun dan prosesi tiup lilin. hihi...). sudah jadi gadis yang bisa saya ajak ngobrol tentang apa yang kami alami dan rasakan tiap hari, sudah bisa diajak diskusi tentang apa yang dia suka dan tidak, mengerti tentang kenapa saya membuat banyak larangan... kami hampir tidak pernah kesulitan berkomunikasi.

Ayesha, my big girl, you're my bestest girl friend ever! :)

Friday, July 24, 2009

dua minggu lagi

sekarang ayah sedang kencan sama Merlion
Esha masih di bandung sama ibu
dua minggu lagi kami semua berkumpul lagi
lalu pulang ke kota udang
hahahaha...

can't hardly wait!

ibu tunggu foto-foto dari ayah
Esha tunggu coklat dari Merlion
dan, tentunya, kami berdua tunggu ayah untuk bisa dipeluk lagi :)

ganti baju

hehe... lagi pengen aja ganti penampilan yang lebih girly, gitu :p
Esha kan udah mulai jadi gadis. hihihihi.

yang ini namanya "Paper Girl"
simple dan imut :)

Halaman-halaman Lain...

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir