Sebentar lagi sudah masuk tahun ajaran baru. Saya dilema. Antara kembali memasukkan Esha ke playgroup atau membiarkan dia maju terus ke TK A. Wali kelasnya bilang, secara kognitif, dia sudah mampu menyerap pelajaran-pelajaran untuk tingkat lanjut, tapi secara psikis mungkin dia masih perlu banyak waktu untuk bermain (ya, sekarang TK sudah bukan tempat bermain lagi. tapi sudah masuk fase serius belajar -_-"). Kalau memang dia harus mengulang masa playgroup-nya, sudah pasti saya akan mencarikan sekolah baru supaya dia tidak bosan harus mengulang pelajaran dari angka satu dan mengenal warna lagi.
Maka, sepertinya, playgroup it is. Tapi, di rumah, saya tidak akan mengajari "mundur". Dia sudah siap untuk mulai belajar membaca.
Sedikit intermezzo, saya sebenarnya sangat kangen mengajar. Membuat worksheets dan teaching aid, berlarian di kelas sambil bernyanyi, dijaili anak-anak, membaca dongeng, jadi satu dengan anak-anak, menulis laporan... dan ternyata jadi guru untuk anak sendiri tidak sesederhana itu. Tapi, mungkin saya hanya perlu sedikit pemanasan, dan Esha adalah partner yang tepat :) Maka, saya mulai kembali membuat worksheets dan teaching aid. Tadi pagi kami bermain tebak huruf dan mencocokkan huruf depan. Baru a sampai c saja. Saya senang sekali dia antusias dan bisa menikmati lembar kerjanya. Untuk menulis huruf, dia cepat sekali mahir. Tapi mengingat huruf perlu kesabaran ekstra. Dulu saya tidak bisa galak-galak karena murid saya anak orang lain, tapi dengan Esha saya bisa membuat batas dan garis yang tegas. Hohoho.
Ini foto kegiatan membaca kami hari ini:
Dia sudah bisa mencocokkan huruf besar dan huruf kecil dengan benar. Tapi huruf-huruf awal masih membingungkan, dan dia pernah protes bahwa awalan untuk 'buaya' adalah huruf 'bu' bukan 'be'. Ya, itulah tantangannya mengajari Esha. Tapi saya sangat suka! :)
Kita belajar sama-sama ya, nak. We'll have tons of fun!
Friday, March 4, 2011
Belajar Membaca #1
Posted by bu anis at 10:05 PM 0 comments
Labels: esha's progress, lembar kerja, membaca, worksheet
Wednesday, February 16, 2011
Buku Kreativitas
Esha punya workbook favorit saat ini. Terbitannya Erlangga. Buku kreativitas untuk latihan motorik halus dan belajar mencampur media. Saya senang sekali watu ketemu buku ini, secara tidak sengaja, di supermarket. Ilustrasinya lucu, workspace-nya lebar, kertasnya tebal, dan -bagian favorit Esha dan saya- melibatkan banyak elemen. Ini beberapa hasil kerja Esha di buku kreativitasnya:
- Itu adalah domba. Tentu saja -_-" dan ditempeli kapas untuk bulu-nya. Lalu kaki-kakinya diwarnai sendiri.
- Pohon yang ditempeli sobekan-sobekan daun asli, lalu batangnya diwarnai cat air.
- Finger painting.
- Menempel hasil serutan pinsil di gambar penggaris.
Menyenangkan, karena kami jadi punya lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bersama di rumah :)
Posted by bu anis at 5:31 PM 0 comments
Labels: art, buku kreativitas, Erlangga, esha's progress, kegiatan di rumah, motorik halus, seni
Friday, January 14, 2011
Friday, a fun day :) (extra #3)

Pergi ke supermarket naik becak untuk beli keperluan lomba menghias nasi goreng besok di sekolah. Esha SUKA sekali naik becak :D Sebelum masuk supermarket -seperti biasa- dia minta main dulu di playground. Enaknya kalau hari kerja, playground serasa milik berdua :)) Sesudah itu kami belanja (dan dia bilang "capek, bu... jalan terus." karena saya tidak pakai trolley tapi keranjang biasa :p). Lalu akhirnya dia saya ajak istirahat sambil makan kentang goreng.
Saya sukaaaa sekali jalan-jalan berdua dengan Esha. Dia hampir tidak pernah rewel (kecuali ngantuk) dan tidak banyak minta. Kalau belanja, dia bantu saya meletakkan barang di keranjang dan jarang sekali berlarian di lorong atau menyentuh barang-barang yang tidak kami beli. Dia teman kencan yang sangat menyenangkan :)
Love you, sweetheart :*
Posted by bu anis at 9:28 PM 2 comments
Labels: daily, esha's progress, jalanjalan, snapshots
Friday, December 31, 2010
awal tahun keempat
Ayah punya resolusi.
Ibu punya rencana-rencana.
Esha juga punya yang baru untuk tahun depan :)
Saya akan memulai photo journal untuk Esha mulai tanggal 1 Januari besok. Kalau saya bisa memotret diri saya sendiri setiap hari selama satu tahun, saya pasti bisa melakukan hal yang sama -bahkan lebih baik- untuk menyimpan hari-hari gadis kecil saya selama 365 hari. Satu foto dan satu catatan setiap hari tentang kegiatan Esha.
photo journal ini akan saya post di: http://petiteayesha.tumblr.com
follow her if you feel like it :)
Posted by bu anis at 5:13 PM 0 comments
Labels: daily, esha's progress
akhir tahun ketiga
Saya ingat saat pembagian rapor di SMP, kelas dua, wali kelas saya (yang notabene adalah seorang guru Bahasa Inggris dan orangnya sedikit mbencekno tapi mengagumi saya -mwahahaha-) berpesan pada ibu saya supaya memotivasi saya untuk lebih banyak bermain dan bergaul. Ibu dan saya cuma mentertawakan ide-nya. Beruntunglah saya memiliki ibu yang tidak pernah memaksa anak-anaknya untuk jadi pribadi yang bukan diri mereka sendiri. Hal yang sama berulang ketika saya mengambil rapor Esha tanggal 24 Desember kemarin. Gurunya bilang Esha adalah anak yang, meskipun tekun dan hampir selalu mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, pendiam dan lebih suka komunikasi personal.
Di kolom konsultasi orangtua di koran langganan, saya beberapa kali membaca surat yang judulnya "jago kandang". Isinya tentang keinginan orangtua untuk memotivasi anaknya untuk lebih berani dan percaya diri di luar rumah ketika bertemu dengan orang-orang baru atau crowd yang besar. Saran sang psikolog anak selalu sama: ajaklah anak untuk lebih sering bertemu dengan kelompok-kelompok yang bukan anggota keluarga tapi tetaplah hargai karakternya selama tidak berkembang menjadi sikap yang negatif.
Saya tidak akan melabeli Esha dengan istilah "jago kandang". Kedengarannya tidak enak meskipun untuk beberapa orang mungkin lucu. Pendiam, introvert, personal bukan karakter yang buruk, menurut saya, selama dia tidak berubah jadi murung dan berhenti berkomunikasi dan/atau berbagi emosi dengan ayah dan ibunya. Saya tidak akan memaksanya untuk jadi hingar bingar diluar rumah kalau memang dia tidak nyaman dengan kondisi itu. Karena saya sangat tau seperti apa rasanya tidak ingin membangun lingkaran pertemanan yang besar atau berbicara di tempat-tempat yang tidak click.
Akhir tahun ini Esha memulai tahun keempatnya. Dia mulai membangun karakternya dan tanggung jawab kami sebagai ayah dan ibunya semakin besar. Esha mulai pandai berargumen, menolak dengan keras, dan tau fakta apa yang masuk akal. Saya tidak bisa lagi menyodorkan alasan-alasan konyol untuk membuat dia mau melakukan kewajibannya karena dia akan tau saya berbohong. Sangat memalukan, kan? Kami harus logis tapi tetap tenang saat dia mulai jadi rebel. Harus tegas tapi tidak keras jika dia mulai meminta yang tidak mungkin.
Kami harus kuat, sabar, dan bijaksana.
Esha sudah semakin besar sekarang. Sebentar lagi dia akan punya pendiriannya sendiri dan kalau kami tidak tetap membuatnya dekat dan percaya, mungkin dia akan melakukan sendiri apa yang menurutnya benar.
Semoga Tuhan selalu menjaga keluarga kami.
Posted by bu anis at 2:59 PM 0 comments
Labels: esha's progress, ibu, parenting
Tuesday, December 28, 2010
"batita" no more...
She's three years old now. Smarter, more complex, a better speaker, a faster thinker... Am trying not to worry too much about the changes in her emotion (been very cranky since her birthday) and to keep taking it as a 'bridge' to her new age. A transition.
Yes, she's training me to be a wiser and more patient parent. Thank God.
Posted by bu anis at 12:33 AM 0 comments
Labels: esha's progress, parenting
Wednesday, October 27, 2010
percakapan2 lucu dengan Esha
(suatu siang, ketika sudah saatnya tidur, Esha minta chokichoki...)
saya: "tidak. nanti sore aja. sekarang bobo dulu."
(lalu saya tinggal dia ke kamar mandi. waktu saya kembali lagi, dia sedang duduk di pinggir tempat tidur masih sambil menggenggam chokichoki-nya.)
Esha: "bu, ibu baik nggak?"
saya: "menurut Esha, gimana?"
Esha: "baiiiik sekali."
saya: (terharu, tersenyum lebar) "makasih ya, sayang."
Esha: (sambil menunjukkan chokichoki) "jadi Esha boleh ya makan ini?"
- glodak! -
(saya sedang memperhatikan Esha menggambar)
Esha: "sekolahan ibu dimana?"
saya: "di... sini (sambil menyentuh dada Esha). you're my school (tersenyum)."
Esha: "lho kok? bukaaaaannn. dalemnya Esha ini tulang."
saya: (berkata dalam hati) "my bad..."
(maksud hati bermain drama, apa daya salah masa. heuaheuau...)
(suatu pagi, ketika sedang mendung)
Esha: "bu, goyangan ibu mana?"
saya: "goyangan apa, Sha?"
Esha: "yang di tembok."
saya: "he? emang ibu pernah goyang di tembok?"
Esha: "goyangaaaan. kalo ada Mister Sun, ada goyangan ibu di tembok."
saya: "oalaaaaah... itu BAyangan, Sha. bukan GOyangan."
hihi. masih banyak lagi obrolan-obrolan lainnya. Esha memang teman ngobrol yang menyenangkan dan lucu. biasanya di akhir percakapan, saya akan menggigit lengannya karena gemas dan dia akan cemberut lalu bilang, "jangan digigit, buuuu. Esha kan bukan makanan."
Posted by bu anis at 2:19 PM 0 comments
Labels: daily, esha's progress
Sunday, August 29, 2010
Bersama, Aku Bisa!
Sudah sebulan Esha sekolah, dan senangnya bisa lihat dia mulai menikmati kegiatan-kegiatan di kelas dan berani menggunakan fasilitas sekolah meskipun dia masih belum bisa berbaur dengan teman-temannya dan jadi sangat pendiam. Saya selalu menguatkan hati saya sendiri untuk tidak merasa kasihan melihat Esha duduk di pinggir dan tidak protes kalau teman-temannya naik meja menghalangi pandangan, karena dengan begitu saya bisa menguatkan dan menyemangati Esha untuk belajar mandiri, berani, dan pada akhirnya bisa membela diri. Saya juga lega karena sejauh ini dia bisa mengambil moral di akhir hari-hari sekolahnya dengan bercerita bahwa merebut mainan, memukul, mendorong, mencoret-coret itu tidak baik. Harapan besar saya, sebagai ibu, adalah dia akan terus bisa menggunakan akal sehatnya untuk membedakan mana yang baik, mana yang buruk. Mana yang boleh dan tidak. (dia memang baru dua tahun sembilan bulan sekarang, tapi dia akan jadi gadis remaja nantinya, and without a good head upon her shoulders, you know how scary that could be...)
Di rumah, Esha memperlakukan kertas dan alat tulis seperti yang dia mau, dan itu saja. Dia bukan penggemar buku mewarnai atau penyambung garis putus-putus. Kertas polos adalah yang paling cocok karena disitu dia bisa bikin apa saja semau dia. Lingkaran yang jadi kentang, oval yang jadi ikan, persegi yang jadi rumah, garis-garis yang jadi cacing... Tapi baru seminggu ini saya tahu bahwa koordinasi tangan dan mata-nya ternyata sudah sangat baik. Di sekolah ternyata dia bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Mulai dari meronce potongan-potongan sedotan, menebali titik membentuk garis-garis miring dan lengkungan, sampai mewarnai huruf hijaiyah. Semua dia bereskan dengan rapi. Melihat bagaimana dia menangis waktu pertama kali disodori buku mewarnai dengan gambar apel, saya pikir dia pasti akan butuh bantuan saat mewarnai huruf, tapi ternyata dengan santainya dia memilih krayon kuning dan mewarnai dengan sangat rapi. Surprise! *oh i'm teary happy and proud of her :')*
Mudah-mudahan sesudah libur lebaran ini dia bisa lebih berani dan percaya diri untuk bersosialisasi dan bersuara lantang di kelas.
You've been doing great, girl. I'm so proud of you :* :)
Posted by bu anis at 12:03 AM 0 comments
Labels: esha's progress, sekolah
Tuesday, July 20, 2010
Minggu Pertama Esha di Sekolah
Tiga kali pertemuan (Esha sekolahnya cuma 3 kali seminggu, memang :D ) dan masih minta ditemani di kelas. Jadi murid paling muda dan paling mirip bayi mungkin menguntungkan dan tidak pada saat bersamaan.
Hari pertama (13 Juli 2010)
Waktu semua anak-anak harus baris di depan kelas, Esha malah nangis dan minta digendong. Begitu banyak orang, banyak ibu-ibu. Crowded kayak di pasar, huehehehe, dan masih separo anak di kelasnya masih minta ditemani. Terbayang kan gimana padat merayapnya kelas Melati hari itu? Suara anak-anak nangis, jerit-jerit rebutan mainan, dan dua orang guru di kelas rasanya jauh dari memadai untuk situasi macam itu. Yang paling menjengkelkan, ada anak laki-laki berbadan besar yang tangannya ringan macam bulu; pukul, dorong, cubit, jambak. Lengkap. Esha yang mungil begitu juga jadi korbannya. Untung saya masih menemaninya, jadi bisa buru-buru saya peluk. Gurunya terlalu sibuk menurunkan anak-anak yang naik ke meja, mengeluarkan mereka yang masuk ke kotak bola-bola dan seolah sedang di taman ria, melerai anak yang berebut puzzle... Ya Tuhan. Energi dan emosi mereka pasti terkuras habis hari itu. Saya sangat mengerti. Tapi saya tetap mengharapkan kontrol yang lebih baik dari mereka. Seharusnya satu orang guru bisa berdiri di depan kelas, membawa alat musik atau boneka tangan dan mencoba memusatkan perhatian anak-anak padanya dan bukannya duduk di satu sisi kelas dan terus mengajarkan doa ke doa (Al-Fatihah, doa mau belajar, doa mau makan, doa selesai makan, doa mau pulang, doa naik kendaraan.) Sembilan puluh menit pertama sangat tidak efektif jadinya. Bukannya saya bilang mengajarkan berdoa itu tidak perlu, tapi sepertinya harus diterapkan cara yang lain supaya anak-anak tertarik dan mau mendengarkan.
Sepanjang hari itu Esha duduk merapat pada saya tapi syukurlah dia kemudian mau bersalaman dengan gurunya di akhir kelas dan mengambil bintang kertas dari depan kelas.
Hari kedua (15 Juli 2010)
Overall, semuanya membaik. Dia mau ikut berbaris meskipun masih harus nempel ke saya karena ketakutan lihat ada Vino (si tangan bulu) di sebelahnya. Di kelas dia mulai mau berbaur dengan teman-temannya, dan saya senang sekali karena mereka pintar-pintar (sudah mengenal warna, bentuk, lihai menyusun puzzle) dan yang paling penting Esha bisa lihat contoh dari mereka untuk berani memperkenalkan diri di depan kelas. Pulangnya dia sudah mau berbaris sendiri dan minta cap tangan dari gurunya.
Hari yang sama, begitu banyak orangtua yang bertanya pada saya berapa usia Esha. Mungkin karena dia kelihatan belum cukup umur untuk sekolah :D
Hari ketiga (17 Juli 2010)
Hari Sabtu, ayahnya libur dan ikut mengantar ke sekolah. Saya berharap dia jadi lebih semangat dan antusias menunjukkan ini dan itu pada ayahnya. Ternyata, dia malah melempem. Bahkan mogok di depan gerbang. Waktu berbaris dia menangis lagi dan minta pulang. Tapi setelah saya bujuk-bujuk, dia akhirnya mau masuk kelas dan meletakkan tasnya sendiri di rak. Hari itu menyenangkan buat dia karena sudah mulai ada lagu dan permainan di kelas dimana dia dengan gembiranya ikut berpartisipasi.
Tugas saya sekarang adalah membantunya untuk percaya pada dua gurunya dan berani untuk melepaskan diri dari saya pelan-pelan. Tentunya dengan catatan bahwa gurunya juga harus terus mengawasi Vino yang sudah jadi ancaman buat semua orangtua murid kelas Melati. What's wrong with the boy? Kenapa ibunya diam saja melihat anaknya begitu ringan tangan dan bolak-balik ditegur? It's none of my business but will surely be if he ever touches my daughter again.
Secara pribadi, saya sangat ingin bicara dengan guru kelas Esha dan berbagi pikiran tentang cara mengajar. Kurikulum sekolahnya seharusnya bagus, tapi kalau eksekutor-nya tidak, lalu apa gunanya? Saya tau betul seperti apa anak-anak yang baru pertama kali masuk ke lingkungan sekolah. Mengharapkan mereka bisa langsung mandiri dan menurut akan jadi terlalu melambung. Hari-hari pertama seharusnya adalah kesempatan untuk membangun kepercayaan antara murid-guru-orangtua. Icebreaking sangat perlu di saat-saat awal. Seharusnya ada momen intim, tenang, dan hangat. Membaca dongeng, roleplaying menggunakan boneka, dan terus menerus menyebutkan nama tiap anak bergantian seharusnya cukup untuk itu. Guru-guru Esha kelihatannya terlalu terpaku pada teks, kebiasaan, dan pakem yang mungkin sudah mereka lakukan bertahun-tahun.
Mungkin saya yang terlalu idealis? Terlalu protektif terhadap Esha?
Tetap saja, saya sangat ingin bicara dengan guru-gurunya. Tiap tahun anak-anak semakin pintar dan pasti selalu berbeda. Seharusnya perubahan di kelas juga layak diterapkan.

Posted by bu anis at 12:19 AM 0 comments
Labels: esha's progress, ibu, parenting, personal
Tuesday, June 29, 2010
potty training yang berhasil :)
saya sudah sejak tahun lalu berniat mengajari Esha untuk pipis dan pup di toilet, tapi kok jadinya cuma wacana saja. akhirnya saya tetap terus memakaikan dia disposable diaper sambil memikirkan bagaimana nanti kalau dia sudah mulai sekolah, bagaimana kalau kontribusi saya untuk global warming terus meningkat akibat sampah popok, dan bagaimana kalau Esha jadi terus tidak terlatih untuk menahan diri agar tidak ngompol.
karena sejak beberapa hari lalu Esha sudah mulai fasih menggunakan toilet dan saya selalu coba untuk kasih dia waktu beberapa saat 'nongkrong' disana sebelum mandi - dan beberapa kali berhasil - maka kemarin saya betulan menjalankan niat saya untuk tidak memakaikan popok setelah mandi pagi. ternyata sukses besar! dia pipis sebelum tidur siang dan tidak ngompol sampai waktunya mandi sore. popoknya cuma dipakai selama dia tidur.
hari ini saya ulangi cara yang kemarin dan selalu saya ingatkan kalau dia kebelet harus bilang (biasanya dia baru bilang kalau sudah terlanjur ngompol :)) ). sukseeeesss. dia pipis di toilet lagi sebelum tidur siang. senangnyaaa... biarpun potty trainingnya kilat dan tanpa pispot tapi alhamdulillah sudah menampakkan hasil :D
Posted by bu anis at 3:56 PM 0 comments
Labels: esha's progress
Friday, May 21, 2010
Ayo Sekolah! :)
Maka, tanggal 12 Juli nanti akan jadi hari bersejarah buat Esha: hari pertama sekolah. Yay! Dua hari lalu akhirnya saya ajak Esha untuk lihat-lihat calon sekolahannya. Di dekat rumah ada dua playgroup; PG Islam Permata Hati dan PG Soda Harapan (sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, kenapa namanya Soda...). Tadinya saya cenderung daftarin Esha di PG Soda. Alasannya; lokasinya aman (di perumahan, jauh dari jalan raya), dan saya pikir bertemu teman-teman yang heterogen (beragam agama dan etnis) akan bikin dia belajar untuk lebih berpikiran terbuka dan tenggang rasa. Tapi ternyata sesudah berkunjung dan ketemu sama pihak sekolahnya, saya merasa PG Islam Permata Hati lebih nyaman untuk anak-anak dilihat dari ukuran ruangan kelas, dan chemistry saya dengan guru yang saya temui :D Iya, saya pikir nanti rasanya akan sama seperti berhubungan dengan dokter kandungan; harus nyaman untuk berkonsultasi dan harus bisa membantu saya untuk selalu semangat dan berpikir positif tentang perkembangan Esha. Waktu itu Esha nggak mau beranjak. Dia bilang, "Mau sekolah, bu... Mau ke sekolahan..." dan saya bilang dia belum bisa mulai, harus tunggu dua bulan lagi dan harus pakai seragam kalau ke sekolah. Akhirnya dia mau pulang.
Sebenarnya umur Esha masih belum cukup untuk mulai sekolah di PGI PH karena seharusnya toleransi usia paling dini disitu 2 tahun 8 bulan, sementara Esha per Juli baru 2 tahun 7 bulan (ah, beda sebulan aja, bu. hehehehe...). Tapi ternyata boleh (agak heran waktu gurunya bilang, "anak perempuan ya, bu. nggak papa mulai di 2,7 bulan." hm?) Tujuan terbesar saya memasukkan Esha ke sekolah -mungkin- mengasah kemampuan sosialisasinya. Karena, jujur, saya bukan contoh yang baik dalam hal ini buat dia. Soal dia akan jadi mandiri, berani, dan bisa mengenal dan melakukan hal-hal baru, saya yakin, pasti akan terjadi dengan sendirinya saat dia sudah siap.
Saya sudah bertemu banyak macam orang tua ketika dulu saya mengajar, dan saya tau saya mau jadi bagian dari mereka yang membiarkan anak-anaknya bahagia, gembira, tumbuh sehat, untuk kemudian bisa jadi anak yang berbakat dan cerdas. Saya tidak akan memaksa Esha untuk berjalan lebih cepat dari kemampuannya atau memilih apa yang dia tidak suka.
Hope she'll like the first day at school *praying hard*
Posted by bu anis at 3:02 PM 0 comments
Labels: esha's progress, parenting, personal
Tuesday, March 23, 2010
The Snowman (1982)
Esha suka nonton, tapi dia tidak suka nonton sendiri. Yang menurut saya adalah bagus. Akhir-akhir ini dia sudah bisa nonton beberapa film animasi sampai selesai. Sambil terus-terusan bertanya sepanjang film tentang ini siapa, itu siapa, dia kemana, dia sedang apa... hihihi. Dia menikmati gambar-gambarnya, tapi tidak yakin mengerti ceritanya. Sampai tadi pagi...
Sambil sarapan, kami cari-cari gambar snowman di internet dan menemukan satu film pendek di YouTube tentang si manusia salju ini. Judul filmnya The Snowman, dan ini adalah animasi klasik bertemakan natal yang dibuat tahun 1982. Testimonialnya bilang ini salah satu film kartun sepanjang masa yang sangat menyentuh. Bercerita tentang seorang anak laki-laki yang membuat manusia salju yang tiba-tiba hidup dan mengajaknya terbang melihat dunia berselimut salju dan menemui St. Claus. Ceritanya hanya berputar di satu hari dan satu malam dengan durasi 30 menit. Esha menikmati film tanpa dialog yang ilustrasi musiknya sangat bagus itu (full orkestra). Dia juga tidak banyak tanya seperti biasanya. Cuma sesekali berkomentar, "Oh! Manusia saljunya dikasih senyum!" atau "Wah! Manusia saljunya banyak!"
Tibalah di bagian sedihnya, waktu sudah hampir pagi dan si manusia salju mengembalikan si anak laki-laki ke rumah dan dia kembali berdiri di halaman. Saya perhatikan Esha mulai berkaca-kaca waktu mereka saling melambaikan tangan dan si anak laki-laki memeluk manusia saljunya sebelum naik ke kamar. Waktu hari sudah pagi, matahari ternyata bersinar terang dan... si manusia salju sudah hilang karena dia meleleh. Esha menangis. Sambil terisak dia tanya, "mana... orang... sal... ju... nya?" bikin saya kaget dan jadi ikut nangis. Hihihi. Dia pun saya peluk dan saya bilang kalau salju itu es dan tidak tahan panas, jadi meleleh kena sinar matahari. Kalau saljunya banyak, bisa bikin lagi yang baru.
Wow. Either filmnya sangat bagus, atau emosi Esha sudah berkembang banyak. Saya bertanya-tanya apa dia bisa merasakan persahabatan si anak laki-laki dan manusia saljunya yang sangat intens meskipun singkat, apa dia juga ikut kehilangan waktu matahari melelehkan si manusia salju?
All in all, The Snowman bagus untuk ditonton bersama keluarga. Ceritanya bagus, soundtrack-nya bagus, musiknya bagus. Five stars! :)
Kalau penasaran, ini dia bagian terakhir yang bikin Esha nangis. Hihihi... Enjoy.
Posted by bu anis at 3:57 PM 0 comments
Labels: esha's progress
Sunday, February 14, 2010
"Ayah dan ibu sama pake baju biru!"
Esha is getting good at recognizing colors (this far, it's her biggest issue) and -of course- it delights us all. She also starts to enjoy making story up for herself when looking at pictures in her story books.
But sometimes it slaps me, knowing how much she's capable of, that the people around her expect too much from her. Too many progress wanted. I remember the times when I told myself to just let her grow with nature. But it seems that the world doesn't agree with the idea. I do love the thought of her going to school, but only to socialize - not to meet any academic standards. Yet, I heard that, now, a playgroup student should be able to recognize shapes and colors then the next year should master their fine motor skill to trace dots and tell the alphabets correctly (and when I was Esha's age I spent my days playing house with my mom and grandma).
Am I too worried? Am I scared? Living this far, I should've known by now that the world never goes static and everything in it evolves and grows and asks or is being asked for more.
Whatever happens, my love, I just want you to grow happy and healthy. That's all.
Posted by bu anis at 8:49 PM 0 comments
Labels: esha's progress, personal
Wednesday, February 10, 2010
ngoooeeeng!
sesudah lihai menyalakan, mematikan, dan memutar gas sepeda listrik punya MbahTi-nya. tadi malam saya baru tau kalo Esha juga bisa menyalakan, mematikan, dan men-start mesin motor ayahnya. dengan ekspresi santai dan cool... cetrak, cetrek, suara mesin nyala.
buahaya...
Posted by bu anis at 5:36 AM 0 comments
Labels: esha's progress
Tuesday, February 2, 2010
Sepeda Ayesha
Horeee! Sekarang Esha sudah bisa mengayuh sepeda merah mudanya. Meskipun masih dengan susah payah dan lebih sering mundur ketimbang maju :))
Sepeda roda tiga ini hadiah dari Bude-nya untuk ulang tahun Esha yang pertama. Dulu didorong kemana-mana dan harus pakai "seatbelt". Sekarang, setahun kemudian, dia sudah bisa naik-turun dan berputar-putar sendiri. Sayangnya, di Surabaya, sepanjang hari selalu panas terik meskipun musim hujan dan sangat berangin menjelang malam. Jadi waktu untuk bermain sepeda di luar rumah tidak menentu; balapan dengan matahari :))
Kalau saja ibu juga punya sepeda pancal, kita bisa main sama-sama, Sha.
Posted by bu anis at 9:43 PM 0 comments
Labels: esha's progress
Monday, February 1, 2010
the sweetest thing :)
tadi siang, waktu saya baru selesai masak dan sedang melipat baju2, Esha tiba2 datang membawa mug kopi saya dan bilang, "ini ibu, minum dulu." oh my baby...
"ibu minum kupi, Echa minum air putih aja." :)
my heart got full and i love her. love her so much it makes me want to cry!
Posted by bu anis at 3:15 PM 2 comments
Labels: daily, esha's progress
Monday, January 4, 2010
menyapih adalah misi
ini malam kedua Esha tidur tanpa ASI dan hari pertama tidur siang tanpa “mimik…” alhamdulillah
saya tidak pernah menyangka menyapih bisa sesulit dan seberat ini, karena dari pengalaman ibu dan teman-teman saya kok kedengarannya mudah. ada yang pakai trik klasik semacam menempelkan plester di puting atau mengoleskan obat merah/lipstik dan bilang, “mama sakit, gak bisa kasih mimik.” dan anaknya pun akan berhenti minta atau sudah mundur duluan liat kantong kenyamanannya berubah tampilan. ada juga yang pakai olesan vitamin B kompleks biar pahit dan anaknya tidak mau minum. tapi saya -awalnya- bertekad untuk tidak pakai trik macam itu dan memilih ‘menyapih dengan cinta’ seperti kata teman saya. caranya; tidak “menolak” si anak dengan tipuan-tipuan optik tapi mencoba mengalihkan dia dari rutinitas menyusu dengan beraktivitas sampai dia kelelahan dan akhirnya tertidur sendiri sambil memberi pengertian kenapa dia sudah waktunya berhenti minum ASI. beberapa kali, berhasil. tapi cara ini juga membuat saya kelelahan. sesudah paginya mengerjakan segala macam, saya berharap bisa cepat-cepat istirahat waktu Esha tidur dan cara paling cepat untuk menidurkan dia adalah dengan ASI. disitulah letak faktor kegagalannya :p kurang niat dan usaha. self-weaning pun tidak mungkin diterapkan pada Esha. bisa-bisa dia baru berhenti sendiri umur tiga tahun. hehehe...
lalu saya akhirnya menyerah dan mencoba jalan pintas lewat plester. gagal total. Esha bilang, “lepas, ibu. lepas.” dan wajah pura-pura kesakitan saya pun tidak berguna. mom isn’t for real, dia tau. saya coba pakai obat merah. ide yang payah. gagal. Esha malah mengambilkan tissue dan bilang, “hapus ibu. obat merahnya hapus.” wahahahaha. you just can’t fool Esha.
akhirnya kemarin, saya dan suami saya bertekad untuk sungguh-sungguh menyapih Esha. teman-teman kami bilang, “paling rewelnya cuma dua-tiga hari.” dan ternyata level rewel tiap anak tidak sama. Esha ada di tingkat akut. kemarin malam dia menangis lama sekali sambil terus bilang, “mimik, ibu… mimik…” sampai suaranya tersendat-sendat oleh tangisan. kasihan. ayahnya lebih tidak tega lagi dan hampir menyerah. tapi harus kuat, harus konsisten. saya tercekat waktu bilang, “sayang, harus berenti mimik ibu bukan berarti ibu gak sayang Esha lagi, tapi karena Esha sudah besar dan sudah waktunya berenti.” sesudah minum susu formula, akhirnya dia mau digendong dan kami putarkan The Classical Children : Early to Bed. sukses! dia tidur lelap sampai pagi.
tadi siang: masih menangis menjelang tidur, jus buah, susu formula, dan buku cerita tidak mempan. dia menangis sampai matanya bengkak sampai akhirnya kelelahan dan ketiduran. malam ini: lancar cuma menangis sebentar. besok mudah-mudahan lebih lancar lagi sampai akhirnya dia lupa akan rutinitas ASI-nya.
weaning is a heart-breaking experience for all breastfeeding moms, i’m sure. tapi setelah bisa menguatkan hati, kita akan tau bahwa itu memang yang paling baik untuk si anak. nanti akan ada lagi masa-masa ‘perpisahan’ yang sama beratnya. mulai dari pisah kamar tidur sampai melepasnya untuk hidup dengan orang pilihannya. hmmm…
well done, Ayesha my apple we’re so proud of you and loving you even more each day.
Posted by bu anis at 12:34 AM 2 comments
Labels: esha's progress, musik untuk bayi
Wednesday, December 9, 2009
pelangi
tadi sore dia menemukan sekotak pastel crayon yang ketinggalan, punya kakak sepupunya (Esha biasanya pakai Color Peps-nya Maped yang lebih bersih dan aman). dia langsung duduk di tikar, mengeluarkan semua isi kotaknya, mewarnai sebentar, terus crayonnya dikembalikan ke kotak dan yang terakhir ini jadi favoritnya. awalnya dia susun begitu saja, tapi lalu dia tukar posisi crayon coklat tua dan krem. sekarang yang krem ada di antara abu-abu dan putih sementara yang coklat tua dekat biru dan hijau tua.
"owh! this is getting more interesting!" pikir saya.
sesudah semua masuk kotak, dia keluarkan lagi, lalu disusun lagi sampai beberapa kali putaran. anteng. cuma alat tulis dan masak-masakan yang bisa bikin dia duduk diam lebih dari sepuluh menit. hehehe. akhirnya kotaknya ditutup dan dia pun berlarian lagi. saya buka kotaknya, pengen tau seperti apa hasil akhirnya. semuanya rapi, crayon yang patah-patah dijejer berurutan, tidak ada warna yang terselang-seling. biru dengan biru, hijau dengan hijau... dan waktu saya tunjukkan ke ayahnya, beliau tersenyum dan bilang "melas... (kasihan - red)" mungkin maksudnya mengharukan. sama seperti yang saya rasakan. gadis kecil kami makin pintar tiap hari :)
dan setiap kali, hati saya selalu terasa penuh, menggembung karena senang, terharu, dan bangga :)
Posted by bu anis at 10:43 PM 2 comments
Labels: esha's progress
Friday, November 27, 2009
hey, gadis!
Idul Adha dua tahun yang lalu, Esha baru berumur dua hari. sekarang sudah jadi gadis kecil. betapa cepatnya waktu berlalu :)
dia sekarang sudah bisa ngobrol banyak, nyanyi lebih banyak, berhitung, bercerita, menggambar dan mengapresiasi hasil karyanya, berimajinasi, berkonsentrasi pada pekerjaannya. secara fisik, badannya sudah lebih tinggi (ayah dan ibu harus selalu ingat untuk meletakkan cangkir teh/kopi panas di luar jangkauan Esha, menyimpan benda-benda berbahaya di laci terkunci dan mengunci pintu-pintu), rambut keritingnya mulai panjang dan sudah bisa diikat, kontur wajahnya sudah lebih jelas dan khas, gigi-gigi taringnya tumbuh serentak (dan sempat bikin dia tidak berselera makan lumayan lama).
dua bulan terakhir, emosi Esha sangat fluktuatif. ada hari-hari dimana saya cuma bisa duduk di pojok kamar dan menangis waktu dia dengan keras kepalanya tidak mau mandi atau tidak mau makan dan terus-terusan menghindar. saya kehabisan tenaga, bujuk-rayu, dan kesabaran. yang terakhir itu yang bikin saya memilih pojokan. hahaha. berusaha keras tidak meledak dan melakukan hal-hal yang nanti saya sesali. akhirnya, setelah satu bulan, kami sama-sama belajar tentang bagaimana saling menaklukkan dan sampai batas mana ketegasan ibu bisa dia tolerir. sekarang Esha jadi lebih sabar ketika hal-hal sulit menghadangnya (seperti misalnya saat memakai baju sendiri atau berusaha mengeluarkan sepeda roda tiganya dari rumah), dan diapun melunak.
Esha juga jadi peniru dan pengingat super. kami punya beberapa set tanya-jawab favorit. hahaha...
ayah&ibu: "kenalan, dong. namanya siapa?"
Esha : "echa"
ayah&ibu: "umurnya berapa?"
Esha : "dua"
ayah&ibu: "rumahnya dimana?"
Esha : "wage (nama daerah tempat kami tinggal)"
ayah&ibu: "nama ayahnya siapa?"
Esha : "dawu"
ayah&ibu: "nama ibunya siapa?"
Esha : "anis"
set lainnya melibatkan suara-suara binatang, ekspresi dan emosi (ketawa, nangis, marah, senyum...). saat ini dia sedang suka lagu Kawin-nya Project Pop. kadang-kadang saat dia frustrasi, yang keluar dari mulutnya bukan teriakan tapi lantunan "oh mama, oh papa, apakah salah hamba?" hahahahaha. sebenarnya tidak lucu, karena saya tidak suka melihat dia menyanyi saat sedang stress (oh yeah dia menyanyi di SEGALA kesempatan).
beberapa hal yang bisa dia ingat dan jawab kadang membuat kami tercengang.
anak-anak memang luar biasa di periode masa keemasannya.
Esha juga sekarang lebih sadar akan penampilannya. sesudah mandi, dia akan membuka lemari dan memilih sendiri baju yang akan dipakainya. kadang-kadang kalau saya siapkan kaos putih polos yang memang sudah agak tipis tapi nyaman, dia akan bilang, "ini baju jelek." waks! saya bahkan tidak ingat pernah mengajarinya hal seperti itu (secara saya sendiri penggemar kaos-kaos belel :p)
bulan depan dia akan dua tahun (dan sudah menyiapkan diri dengan lagu-lagu ulang tahun dan prosesi tiup lilin. hihi...). sudah jadi gadis yang bisa saya ajak ngobrol tentang apa yang kami alami dan rasakan tiap hari, sudah bisa diajak diskusi tentang apa yang dia suka dan tidak, mengerti tentang kenapa saya membuat banyak larangan... kami hampir tidak pernah kesulitan berkomunikasi.
Ayesha, my big girl, you're my bestest girl friend ever! :)
Posted by bu anis at 11:19 AM 2 comments
Labels: esha's progress
Thursday, July 23, 2009
strangers are okay
kunjungan ke bandung kali ini, Esha ketemu orang banyak. banyaaakkk sekali. hahahaha. dan itu bikin dia stress dan ayahnya ikutan stress :p tapi cuma di awal-awalnya aja. lama-lama dia makin piawai me-manage rasa takutnya (meskipun masih belum mau digendong orang yang baru ketemu. good point, though. jadi gak gampang diculik. hehe...)
waktu saya ajak dia ketemu temen-temen deket saya di minggu-minggu awal "liburan", dia super cranky. gak mau diliat, duduk, apalagi dicolek. nangis, menjerit-jerit, berontak di gendongan saya. sampai akhirnya dia minum dan beli snack rumput laut. baru deh tenang. itupun pertemuan saya udah hancur lebur dan tinggal anin yang menemani.
"kalo gak cranky, she's okay." she said.
well, honey, you'll know how it feels when you're a mother yourself. it's not about being "okay" or "not okay". and no mother can expect how their kids would react to any kind of situation. they're just UNpredictable and you can't expect a kid to be what you need them to be. they're very much human.
tiga hari lalu, semua teman-teman dekat saya akhirnya berkumpul lagi di bandung dan tentunya kami harus reunian. saya trauma. saya takut Esha cranky lagi dan bikin suasana jadi gak enak. makanya saya malaaaas sekali pergi. tapi akhirnya pergi juga. waktu itu jam 2 siang; Esha udah tidur dan makan siang. heyyeah ternyata dia sangat menikmati day out kami sore itu. good meal, good friends, good atmosphere. hmmm... Alhamdulillah.
dan kesenangan itu berulang besoknya.
dan besoknya lagi :)
i'm glad Esha could enjoy being intimate with my dear close friends.
Posted by bu anis at 9:07 PM 2 comments
Labels: esha's progress





