Wednesday, February 10, 2010

ngoooeeeng!

sesudah lihai menyalakan, mematikan, dan memutar gas sepeda listrik punya MbahTi-nya. tadi malam saya baru tau kalo Esha juga bisa menyalakan, mematikan, dan men-start mesin motor ayahnya. dengan ekspresi santai dan cool... cetrak, cetrek, suara mesin nyala.

buahaya...

Tuesday, February 2, 2010

Sepeda Ayesha


Horeee! Sekarang Esha sudah bisa mengayuh sepeda merah mudanya. Meskipun masih dengan susah payah dan lebih sering mundur ketimbang maju :))

Sepeda roda tiga ini hadiah dari Bude-nya untuk ulang tahun Esha yang pertama. Dulu didorong kemana-mana dan harus pakai "seatbelt". Sekarang, setahun kemudian, dia sudah bisa naik-turun dan berputar-putar sendiri. Sayangnya, di Surabaya, sepanjang hari selalu panas terik meskipun musim hujan dan sangat berangin menjelang malam. Jadi waktu untuk bermain sepeda di luar rumah tidak menentu; balapan dengan matahari :))

Kalau saja ibu juga punya sepeda pancal, kita bisa main sama-sama, Sha.


Monday, February 1, 2010

the sweetest thing :)

tadi siang, waktu saya baru selesai masak dan sedang melipat baju2, Esha tiba2 datang membawa mug kopi saya dan bilang, "ini ibu, minum dulu." oh my baby...

"ibu minum kupi, Echa minum air putih aja." :)

my heart got full and i love her. love her so much it makes me want to cry!

Monday, January 18, 2010

a broken-hearted mom

i miss my breastfeeding moments with Esha. the way her eyes stared into mine and her little fingers rustling my shirt while i held her so close to me. i even remember it when she had fever and i could feel her burning lips on my chest and that we both knew only the milk could put her at ease.

i miss her.

she's grown so much and after the weaning she seems to look for his dad for comfort rather than for me. then i've become a sentimental woman thinking that her baby girl doesn't need her anymore. of course everyone will say it's not true. but my heart won't be told. not now.

i wish i didn't have to be so emotional about all this and cry my heart out. but i can't. i miss her too much...

Wednesday, January 6, 2010

a song for the rainy days


"Come under my umbrella, umbrella, umbrella... Come under my umbrella, it's going to storm. There's thunder and lightning, and wind and rain. Come under my umbrella, it's going to storm."

Monday, January 4, 2010

menyapih adalah misi

ini malam kedua Esha tidur tanpa ASI dan hari pertama tidur siang tanpa “mimik…” alhamdulillah :)


saya tidak pernah menyangka menyapih bisa sesulit dan seberat ini, karena dari pengalaman ibu dan teman-teman saya kok kedengarannya mudah. ada yang pakai trik klasik semacam menempelkan plester di puting atau mengoleskan obat merah/lipstik dan bilang, “mama sakit, gak bisa kasih mimik.” dan anaknya pun akan berhenti minta atau sudah mundur duluan liat kantong kenyamanannya berubah tampilan. ada juga yang pakai olesan vitamin B kompleks biar pahit dan anaknya tidak mau minum. tapi saya -awalnya- bertekad untuk tidak pakai trik macam itu dan memilih ‘menyapih dengan cinta’ seperti kata teman saya. caranya; tidak “menolak” si anak dengan tipuan-tipuan optik tapi mencoba mengalihkan dia dari rutinitas menyusu dengan beraktivitas sampai dia kelelahan dan akhirnya tertidur sendiri sambil memberi pengertian kenapa dia sudah waktunya berhenti minum ASI. beberapa kali, berhasil. tapi cara ini juga membuat saya kelelahan. sesudah paginya mengerjakan segala macam, saya berharap bisa cepat-cepat istirahat waktu Esha tidur dan cara paling cepat untuk menidurkan dia adalah dengan ASI. disitulah letak faktor kegagalannya :p kurang niat dan usaha. self-weaning pun tidak mungkin diterapkan pada Esha. bisa-bisa dia baru berhenti sendiri umur tiga tahun. hehehe...

lalu saya akhirnya menyerah dan mencoba jalan pintas lewat plester. gagal total. Esha bilang, “lepas, ibu. lepas.” dan wajah pura-pura kesakitan saya pun tidak berguna. mom isn’t for real, dia tau. saya coba pakai obat merah. ide yang payah. gagal. Esha malah mengambilkan tissue dan bilang, “hapus ibu. obat merahnya hapus.” wahahahaha. you just can’t fool Esha.

akhirnya kemarin, saya dan suami saya bertekad untuk sungguh-sungguh menyapih Esha. teman-teman kami bilang, “paling rewelnya cuma dua-tiga hari.” dan ternyata level rewel tiap anak tidak sama. Esha ada di tingkat akut. kemarin malam dia menangis lama sekali sambil terus bilang, “mimik, ibu… mimik…” sampai suaranya tersendat-sendat oleh tangisan. kasihan. ayahnya lebih tidak tega lagi dan hampir menyerah. tapi harus kuat, harus konsisten. saya tercekat waktu bilang, “sayang, harus berenti mimik ibu bukan berarti ibu gak sayang Esha lagi, tapi karena Esha sudah besar dan sudah waktunya berenti.” sesudah minum susu formula, akhirnya dia mau digendong dan kami putarkan The Classical Children : Early to Bed. sukses! dia tidur lelap sampai pagi.

tadi siang: masih menangis menjelang tidur, jus buah, susu formula, dan buku cerita tidak mempan. dia menangis sampai matanya bengkak sampai akhirnya kelelahan dan ketiduran. malam ini: lancar :) cuma menangis sebentar. besok mudah-mudahan lebih lancar lagi sampai akhirnya dia lupa akan rutinitas ASI-nya.

weaning is a heart-breaking experience for all breastfeeding moms, i’m sure. tapi setelah bisa menguatkan hati, kita akan tau bahwa itu memang yang paling baik untuk si anak. nanti akan ada lagi masa-masa ‘perpisahan’ yang sama beratnya. mulai dari pisah kamar tidur sampai melepasnya untuk hidup dengan orang pilihannya. hmmm…

well done, Ayesha my apple :) we’re so proud of you and loving you even more each day.

Wednesday, December 9, 2009

pelangi

beberapa hari lalu, saya menemukan Esha menyusun sekitar lima geretan (apa ya bahasa indonesia-nya? pemantik api? hehe...). semua warnanya berbeda, ada ungu, merah, biru, kuning, hijau... tadinya bergeletakan begitu saja. tapi waktu saya lihat lagi, eh sudah tersusun rapi. berjejer. dan saya seperti melihat warnanya bergradasi. saya pikir mungkin kebetulan saja.

tadi sore dia menemukan sekotak pastel crayon yang ketinggalan, punya kakak sepupunya (Esha biasanya pakai Color Peps-nya Maped yang lebih bersih dan aman). dia langsung duduk di tikar, mengeluarkan semua isi kotaknya, mewarnai sebentar, terus crayonnya dikembalikan ke kotak dan yang terakhir ini jadi favoritnya. awalnya dia susun begitu saja, tapi lalu dia tukar posisi crayon coklat tua dan krem. sekarang yang krem ada di antara abu-abu dan putih sementara yang coklat tua dekat biru dan hijau tua.

"owh! this is getting more interesting!" pikir saya.

sesudah semua masuk kotak, dia keluarkan lagi, lalu disusun lagi sampai beberapa kali putaran. anteng. cuma alat tulis dan masak-masakan yang bisa bikin dia duduk diam lebih dari sepuluh menit. hehehe. akhirnya kotaknya ditutup dan dia pun berlarian lagi. saya buka kotaknya, pengen tau seperti apa hasil akhirnya. semuanya rapi, crayon yang patah-patah dijejer berurutan, tidak ada warna yang terselang-seling. biru dengan biru, hijau dengan hijau... dan waktu saya tunjukkan ke ayahnya, beliau tersenyum dan bilang "melas... (kasihan - red)" mungkin maksudnya mengharukan. sama seperti yang saya rasakan. gadis kecil kami makin pintar tiap hari :)

dan setiap kali, hati saya selalu terasa penuh, menggembung karena senang, terharu, dan bangga :)

Halaman-halaman Lain...

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir