Tuesday, June 29, 2010

potty training yang berhasil :)

saya sudah sejak tahun lalu berniat mengajari Esha untuk pipis dan pup di toilet, tapi kok jadinya cuma wacana saja. akhirnya saya tetap terus memakaikan dia disposable diaper sambil memikirkan bagaimana nanti kalau dia sudah mulai sekolah, bagaimana kalau kontribusi saya untuk global warming terus meningkat akibat sampah popok, dan bagaimana kalau Esha jadi terus tidak terlatih untuk menahan diri agar tidak ngompol.

karena sejak beberapa hari lalu Esha sudah mulai fasih menggunakan toilet dan saya selalu coba untuk kasih dia waktu beberapa saat 'nongkrong' disana sebelum mandi - dan beberapa kali berhasil - maka kemarin saya betulan menjalankan niat saya untuk tidak memakaikan popok setelah mandi pagi. ternyata sukses besar! dia pipis sebelum tidur siang dan tidak ngompol sampai waktunya mandi sore. popoknya cuma dipakai selama dia tidur.

hari ini saya ulangi cara yang kemarin dan selalu saya ingatkan kalau dia kebelet harus bilang (biasanya dia baru bilang kalau sudah terlanjur ngompol :)) ). sukseeeesss. dia pipis di toilet lagi sebelum tidur siang. senangnyaaa... biarpun potty trainingnya kilat dan tanpa pispot tapi alhamdulillah sudah menampakkan hasil :D

Friday, June 11, 2010

sore itu...

... waktu saya dan suami sedang ngobrol tentang sekolah formal dan jam kerja, saya bilang, "wuahh... untung udah gak dikejar-kejar waktu dan jam. everyday's like sunday :D"

dan suami saya bilang, "nggak sadar ya kalau jadi ibu justru gak ada liburnya?"

Monday, June 7, 2010

when is the right time?

there were times when i really wanted to conceive and have another baby in the house. at those times i could really just try to make it happen. but the more Esha grows, the more discussion comes around my husband and i. things like if Esha is independent enough to be a big sister (the fact is we always know that she will always be ready to be a big sister whenever the time is. it's a natural process as long as the parents do their homework too), and whether we should expect the conceiving to happen after we move to our new house (which still takes LOTS of time to improve).

but the inconvenient truth my husband and i know is that we have fallen in love with Esha too much and been enjoying our every single second with her like crazy. we wonder if we could share our hearts. it doesn't sound fair to me (despite the fact that even the fertilization hasn't happened yet). probably him being the last child -and only boy- in his family and me being the first child in my family make us see this matter in different ways.

i don't know... i guess we're just not ready yet and that we're having too much fun with Esha at the moment and just wanting to seize our days with her for the time being. i believe the time will come for us to make the real decision and up our minds about it.

Saturday, June 5, 2010

thought of the moment

why do some parents say, "you're just a kid. you don't know what you want. just let me choose what's good for you." don't they learn that kids know better? why don't they spare some time to listen and talk rather than patronizing and dictating?

am i becoming one of the lousy parents?
hopefully not...

Friday, May 21, 2010

Ayo Sekolah! :)

Maka, tanggal 12 Juli nanti akan jadi hari bersejarah buat Esha: hari pertama sekolah. Yay! Dua hari lalu akhirnya saya ajak Esha untuk lihat-lihat calon sekolahannya. Di dekat rumah ada dua playgroup; PG Islam Permata Hati dan PG Soda Harapan (sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, kenapa namanya Soda...). Tadinya saya cenderung daftarin Esha di PG Soda. Alasannya; lokasinya aman (di perumahan, jauh dari jalan raya), dan saya pikir bertemu teman-teman yang heterogen (beragam agama dan etnis) akan bikin dia belajar untuk lebih berpikiran terbuka dan tenggang rasa. Tapi ternyata sesudah berkunjung dan ketemu sama pihak sekolahnya, saya merasa PG Islam Permata Hati lebih nyaman untuk anak-anak dilihat dari ukuran ruangan kelas, dan chemistry saya dengan guru yang saya temui :D Iya, saya pikir nanti rasanya akan sama seperti berhubungan dengan dokter kandungan; harus nyaman untuk berkonsultasi dan harus bisa membantu saya untuk selalu semangat dan berpikir positif tentang perkembangan Esha. Waktu itu Esha nggak mau beranjak. Dia bilang, "Mau sekolah, bu... Mau ke sekolahan..." dan saya bilang dia belum bisa mulai, harus tunggu dua bulan lagi dan harus pakai seragam kalau ke sekolah. Akhirnya dia mau pulang.

Sebenarnya umur Esha masih belum cukup untuk mulai sekolah di PGI PH karena seharusnya toleransi usia paling dini disitu 2 tahun 8 bulan, sementara Esha per Juli baru 2 tahun 7 bulan (ah, beda sebulan aja, bu. hehehehe...). Tapi ternyata boleh (agak heran waktu gurunya bilang, "anak perempuan ya, bu. nggak papa mulai di 2,7 bulan." hm?) Tujuan terbesar saya memasukkan Esha ke sekolah -mungkin- mengasah kemampuan sosialisasinya. Karena, jujur, saya bukan contoh yang baik dalam hal ini buat dia. Soal dia akan jadi mandiri, berani, dan bisa mengenal dan melakukan hal-hal baru, saya yakin, pasti akan terjadi dengan sendirinya saat dia sudah siap.

Saya sudah bertemu banyak macam orang tua ketika dulu saya mengajar, dan saya tau saya mau jadi bagian dari mereka yang membiarkan anak-anaknya bahagia, gembira, tumbuh sehat, untuk kemudian bisa jadi anak yang berbakat dan cerdas. Saya tidak akan memaksa Esha untuk berjalan lebih cepat dari kemampuannya atau memilih apa yang dia tidak suka.

Hope she'll like the first day at school *praying hard*

Monday, May 17, 2010

weekend yang hemat dan menyenangkan

Senangnya kalau akhir minggu sudah datang. Hari Sabtu & Minggu waktunya berkumpul dan bersenang-senang sesudah seminggu ada di rummah dan kami cuma ketemu ayah sepulang kerja :) Tapi, jadi istri dan ibu juga harus bijak. Kalo tiap weekend foya-foya, bisa-bisa dua minggu di akhir bulan gak makan. Huehehehe...

Makanya, senang bisa tinggal di Surabaya, karena banyak taman yang layak untuk berakhir pekan dan menyenangkan buat anak-anak. Seringnya kami ajak Esha ke Taman Prestasi di pinggir Kalimas. Tamannya luas, bersih, fasilitasnya terawat, dan teduh. Permainan untuk anak-anaknya banyak dan ada monyet jinak yang bisa diajak main-main. Hihihi... Esha bisa puas main disana dan pulang dengan gembira. Minggu pagi bisa juga ke Taman Bungkul, enak buat olahraga dan lari-lari. Di pojoknya ada playground kecil, tapi sayang becek sesudah hujan.



Playground di mall juga menyenangkan, tapi hati-hati dengan kebersihannya. Terutama di area mandi bola. Teman-teman saya punya pengalaman tidak menyenangkan dengan fasilitas ini. Pulang dari mandi bola, anak-anaknya sakit dan penyakitnya pun bukan sekedar flu tapi kelumpuhan temporer dan luka mulut! Dokternya bilang kena virus. Jadi saya selalu ajak Esha ke playground mall yang tidak terlalu ramai, dan saya lihat dulu kondisi mainan-mainannya dan harus ingat untuk kasih antiseptik di tangan Esha sesudah dia main.

Aite, parents, selamat berakhir pekan :)

Tuesday, March 23, 2010

The Snowman (1982)

Esha suka nonton, tapi dia tidak suka nonton sendiri. Yang menurut saya adalah bagus. Akhir-akhir ini dia sudah bisa nonton beberapa film animasi sampai selesai. Sambil terus-terusan bertanya sepanjang film tentang ini siapa, itu siapa, dia kemana, dia sedang apa... hihihi. Dia menikmati gambar-gambarnya, tapi tidak yakin mengerti ceritanya. Sampai tadi pagi...

Sambil sarapan, kami cari-cari gambar snowman di internet dan menemukan satu film pendek di YouTube tentang si manusia salju ini. Judul filmnya The Snowman, dan ini adalah animasi klasik bertemakan natal yang dibuat tahun 1982. Testimonialnya bilang ini salah satu film kartun sepanjang masa yang sangat menyentuh. Bercerita tentang seorang anak laki-laki yang membuat manusia salju yang tiba-tiba hidup dan mengajaknya terbang melihat dunia berselimut salju dan menemui St. Claus. Ceritanya hanya berputar di satu hari dan satu malam dengan durasi 30 menit. Esha menikmati film tanpa dialog yang ilustrasi musiknya sangat bagus itu (full orkestra). Dia juga tidak banyak tanya seperti biasanya. Cuma sesekali berkomentar, "Oh! Manusia saljunya dikasih senyum!" atau "Wah! Manusia saljunya banyak!"

Tibalah di bagian sedihnya, waktu sudah hampir pagi dan si manusia salju mengembalikan si anak laki-laki ke rumah dan dia kembali berdiri di halaman. Saya perhatikan Esha mulai berkaca-kaca waktu mereka saling melambaikan tangan dan si anak laki-laki memeluk manusia saljunya sebelum naik ke kamar. Waktu hari sudah pagi, matahari ternyata bersinar terang dan... si manusia salju sudah hilang karena dia meleleh. Esha menangis. Sambil terisak dia tanya, "mana... orang... sal... ju... nya?" bikin saya kaget dan jadi ikut nangis. Hihihi. Dia pun saya peluk dan saya bilang kalau salju itu es dan tidak tahan panas, jadi meleleh kena sinar matahari. Kalau saljunya banyak, bisa bikin lagi yang baru.

Wow. Either filmnya sangat bagus, atau emosi Esha sudah berkembang banyak. Saya bertanya-tanya apa dia bisa merasakan persahabatan si anak laki-laki dan manusia saljunya yang sangat intens meskipun singkat, apa dia juga ikut kehilangan waktu matahari melelehkan si manusia salju?

All in all, The Snowman bagus untuk ditonton bersama keluarga. Ceritanya bagus, soundtrack-nya bagus, musiknya bagus. Five stars! :)
Kalau penasaran, ini dia bagian terakhir yang bikin Esha nangis. Hihihi... Enjoy.

Halaman-halaman Lain...

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir